AAA

Doa kan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah saat ini, dan ulurkan tanganmu untuk meringankan beban mereka.

Jumat, 10 Desember 2010

ILMU- ILMU BAGIAN DARI ANTROPOLOGI


  1. Ilmu-ilmu bagian dari antropologi
Menurut Koentjaraningrat (1997) setelah diadakan kajian ulang, maka batas lapangan penelitiannya hanya meliputi 5 masalah penelitian khusus, yaitu:
  1. masalah sejarah asal dan perkembangan manusia/evolusi manusia secara biologis
  2. masalah sejarah terjadinya aneka warna makhluk manusia di pandang dari sudut cirri-ciri tubuhnya
  3. masalah sejarah asal, perkemabnagan dan penyebaran aneka warna bahasa yang diucap manusia di muka bumi
  4. masalah perkembangan, penyebaran, dan terjadinya aneka warna kebudayaan manusia di seluruh muka bumi
  5. masalah mengenai asas-asas kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat dari semua suku bangsa yang tersebar di muka bumi masa kini.

Dengan pengkajian masalah khusus tersebut yang kemudian diimbangi oleh ketajaman model penelitian dan analisis datanya, maka muncullah ilmu-ilmu bagian antropologi:
a.       Paleoantropologi, ilmu bagian yang membahas soal asal-usul atau terjadi dan evolusi manusia dengan mempergunakan bahan-bahan penelitian berupa sisa-sisa tubuh yang telah membatu (fosil).
b.      Antropologi fisik, mencoba mencari sesuatu pengertian tentang sejarah terjadinya aneka warna makhluk hidup dipandang dari sudut cirri-ciri tubuhnya, ex. Warna kulit, bentuk rambut, volume tengkorak, golongan darah. Mengelompokan atas cirri khusus ini kemudian memunculkan konsep tentang ‘ras’.
c.       Etnolinguistik, mempelajari tentang artikulasi dan fenomena keragaman manusia dari aspek keragaman manusia dari aspek bahasa, tata bahasa, dan cirri bahasa dari manusia selaku pendukung kebudayaan.
d.      Prehistori, mempelajari tentang sejarah perkembangan dan penyebaran semua kebudayaan manusia di bumi sejak belum mengenal huruf
e.       Etnologi, mencoba mencari pengertian tentang pengertian mengenai asas-asas manusia dengan mempelajari aneka warna kebudayaan yang ada dalam kehidupan manusia. Etnologi mendeskripsikan bangsa dan dasar ras dan kebudayaan, menjelaskan tentang penyebarannya masa kini dan masa lampau serta difusi atau penyebaran kebudayaan manusia. Terdapat 2 aliran kajian dalam etnologi:
ü  Descriptive integration, mengolah dan mengintegrasikan menjadi 1 hasil-hasil penelitian dan hanya 1 daerah tertentu saja
ü  Generalizing approach (sincronikpantropologi social), mengolah dan m,engintegrasikan menjadi 1 hasil-hasil penelitian dari sebanyak mungkin daerah kemudian dicari persamaan dan perbedaannya.












Bagan 1, ilmu-ilmu bagian dari antropologi

Paleo-antropologi
 
                                                                          
Antropologi fisik
 
                             Antropologi biologi
 

Prehistori
 
Antropologi
Etnolinguistik
 
 

                             Antropologi budaya

Etnologi
 
 





















                                                                                                                  
  1. Hubungan antropologi-sosial dengan sosiologi
Sosiologi merupakan salah satu ilmu yang sangat dekat dengan antropologi, seperti yang kita ketahui antropologi-sosial berusaha mencari unsure-unsur persamaan aneka warna masyarakat dan bedudayaan masyarakat dimuka bumi, dengan tujuan untuk mencapai pengertian tentang azas-azas hidup masyarakat dan kebudayaan manusia pada umumnya. Hal tersebut akhir-akhir ini menjadi tujuan dari ilmu sosiologi, sehingga dilihat dari tujuannya kedua ilmu ini seolah-olah sama. tetapi ada hal yang mendasar yang berbeda dari kedua disiplin ilmu tersebut. Perbedaannya yaitu:
a)      Kedua ilmu tersebut mempunyai asal mula dan sejarah perkembangan yang berbeda. Ilmu antropologi dimulai sebagai himpunan bahan keterangan tentang masyarakat dan kebudayaan penduduk pribumi di daerah luar Eropa untuk menjadi suatu ilmu khusus karena kebutuhan masyarakat Eropo untuk mendapat pengertian tentang tingkatan-tingkatan permulaan dalam sejarah dan perkembangan masyarakat dan kebudayaannya sendiri. Sebaliknya, sosiologi dimulai sebagai suatu filsafat yang  menjadi suatu ilmu filsafat yang menjadi ilmu khusus karena krisis masyarakat Eropa menyebabkan orang eropa memerlukan suatu ilmu pengetahuan yang lebih mendalam mengenai azas-azas masyarakat dan kebudayaannya sendiri.
b)      Asal mula sejarah yang berbeda menyebabkan adanya suatu perbedaan pengkhususan kepada pokok dan bahan penelitian dari kedua ilmu tersebut. Sejarah perkembangan ilmu antropologi telah menyebabkan bahwa ilmu ini sejak awal hingga sekarang terutama kepada pokok kajian dalam berbagai masyarakat dan kebudayaan suku-suku bangsa yang hidup diluar kebudayaan bangsa Eropa dan AS. Sebaliknya sosiologi sejak awal telah menyebabkan ilmu ini hingga kini ditujukan kepada objek penelitian dalam masyarakat dan kebudayaan serta bangsa-bangsa yang hidup dalam lingkungan kebudayaan Ero-As, walaupun sekarang telah ada orientasi yang juga memfokus objeknya pada masyarakat pribumi diluar bangsa eropa-AS. Dan untuk masa sekarang perbedaan tersebut telah memudar mengingat adanya kecenderungan analisis dan penelitian terbalik, yaitu yang semula sosiologi terkesan seolah penelitian kota, mengarah kepada pedesaan sehingga muncul disiplin ilmu sosiologi pedesaan. Dan antropologi yang semula lebih kepada daerah pedesaan sekarang telah merambah ke masyarakat perkotaan.
c)      Metode ilmiah dari antropologi social dan sosiologi. Antropologi memiliki pengalaman yang lama dalam penelitian kebudayaan suku-suku bangsa. Pengalaman meneliti masyarakat dalam skala kecil  ini telah memberikan kesempatan kepada para ahli antropologi untukmengembangkan berbagai metode penelitian yang bersifat mendalam, seperti misalnya metode wawancara. Dengan demikian kerangka analisisnya menggunakan pola kualitatif. Sebaliknya, ilmu sosiologi lebih memusatkan perhatiannya pada unsure-unsur dan gejala khusus dalam masyarakat dengan menganalisis kelompok-kelompok social yang bersifat khusus saja, hubungan antara kelompok-kelompok atau individu atau proses yang terdapat dalam kehidupan suatu masyarakat. Jadi sosiologi banyak menggunakan metode penelitian yang bersifat penelitian meluas, seperti menggunakan metode angket dengan kerangka analisis kualitatif.

  1. hubungan antropologi dengan ilmu-ilmu lainnya
antropologi bukanlah satu-satunya ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang manusia.  Dibawah ini diuraikan hubungan beberapa ilmu lain dengan antropologi.
1)      Ilmu geologi  dan antropologi
Bantuan Ilmu geologi dalam mempelajari tentang cirri-ciri lapisan bumi serta perubahan-perubahannya, sangat dibutuhkan oleh subilmu paleoantropologi dan prehistori dalam menetapkan umur relative dari fosil-fosil makhluk primat dan fosil manusia dari zaman dahulu, serta artefak atau barang-barang hasil kebudayaan tempo dulu yang digali dari dalam bumi.

2)      ilmu paleoantropologi dan antropologi
bantuan ilmu ini yang mengkaji tentang fosil makhluk hidup dari zaman dahulu bertujuan untuk membuat suatu rekonstruksi tentang proses evolusi bentuk makhluk-makhluk yang pernah ada dimuka bumi merupakan ilmu Bantu yang sangat penting bagi antropologi. Fosildapat berupa sisa bagian tubuh manusia atau tumbuhan yang terkubur di dalam tanah.
3)      ilmu anatomi dan antropologi
ilmu ini diperlukan oleh antropoloi dalam usaha untuk mendapatkan pengertian tentang soal asal mula dan penyebaran manusia serta hubungan antar ras-ras didunia. Melalui kajian penelitian tentang cirri-ciri dari berbagai tengkorak dan bagian tubuh manusia pada umumnya (yang pada dasarnya menjadi dasar ilmu anatomi)
4)      ilmu kesehatan masyarakat dan antropologi
antropologi memberikan kepada dokter kesehatan masyarakat yang akan bekerja di berbagai daerah dengan aneka warna kebudayaan, metode dan cara untuk mengerti dan menyesuaikan diri dengan kebudayaan dan adapt istiadat setempat.
5)      ilmu psikiatris dan antropologi
ilmu ini menjebatani kajian kebudayaan dan kepribadian dalam menelaah suatu kelompok suku bangsa.
6)      ilmu linguistic dan antropologi
ilmu linguistic sangat dibutuhkan karena merupakan suatu hal yang mustahil apabila antropolog  mengadakan openelitian tanpa mengenal dn memahami bahasa suku bangsa yang akan diteliti
7)      ilmu arkeologi dan antopologi
ilmu ini diperlukan oleh sub ilomu prehistori yang bermaksud mengetahui sejarah perkembangan kebudayaan manusia dan suku-suku bangsa sejak sebelum mengenal tulisan sampai kepada masa sekarang.
8)      ilmu sejarah  dan antopologi
merupakan ilmu Bantu yang penting karena kaitannya dengan mengenal sejarah awal perkembangan nya suatu suku bangsa yang dijadikan objek kajian/penelitian.



9)      ilmu administrasi dan antopologi
ilmu ini sangat dibutuhan terutama agar data-data penelitian yang diperoleh dapat terhimpun dalam suatu kumpulan yang baik sehingga dapat memudahkan dalam kajian-kajian di masa yang akan dating.
10)  ilmu politik dan antopologi
dalam penulisan sebuah deskripsi etnografi tentang masyarakat suatu suku bangsa akan seorang peneliti antropologi akan berhadapan dengan kekuatan dan proses politik setempat.
11)  ilmu geografi  dan antopologi
geologi adalah ilmu tantang alam dunia yang memebrikan lukisan tentang bumi serta cirri-ciri dari segala bentuk hidup yang menduduki muka bumi. Antropologi yang membahas tentang manusia sebagai salah satu mahluk di bumi sangat memerlukan bantuan ilmu ini.
12)  ilmu ekonomi dan antopologi
ilmu ekonomi mempunyai hubungan yang timbale balik dengan antropologi. Mengkaji bagaimana prilaku ekonomi suatu masyarakat suku bnagsa tidak akan lepas dari bagaimanakah sikap dasar masyarakat, struktur suatu masyarakat, cara berfikir, dan cara pandang dan sebagaimana.
13)  ilmu hukum adat dan antopologi
metode penelitian antropologi banyak dipergunakan oleh peneliti hokum adapt sejak permulaan abat-20. antropologi penting karena hokum adapt bukan merupakan suatu system hokum yang telah diabstaksikan sebagai aturan-aturan dalam kitab undang-unsang melainkan timbul dan hidup langsung dari masalah perdata yang berasal dalam aktivitas.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar